Friday, March 24, 2006

yakinkan aku bahwa
rajutan do'a takkan mudah berlalu
tak seperti kabut mendung yang mudah ragu
tatkala hangat mentari tuntun ragaku
demi temukan langit biruku..

2 comments:

Anonymous said...

Aku dapat puisi ini dari seorang teman yang mungkin saja bisa menjadi tanggapan atas puisi indah-Mu

"Isyarat"

Setiap berpaling
di situlah muka
berpagut lengking sepi
penuh golak
pada lintasan akhir
isyarat cinta
tak perlu
nada dan irama

-AnisT- said...

:-) very nice.. thanks...