saat jiwa terpuruk sendiri
tak satupun yang kan mengerti
hanya aku sendiri
tentukan berdiri atau mati
Friday, April 21, 2006
Thursday, April 20, 2006
Saturday, April 15, 2006
taukah kamu mengapa aku suka fashion ?
karena seiring hari berganti
kian cantik motif menghiasi
taukah kamu mengapa aku suka memasak ?
karena semakin zaman bergulir
semakin lezat aroma saling mengisi
taukah kamu mengapa aku suka catur ?
karena setiap bidak catur bagiku
ibarat pilihan..jalan..hidup
yang harus dengan jeli dan teliti kita jalani
taukah kamu mengapa aku suka billiard ?
karena bola billiard bagiku
ibarat hidup yang terus menggelinding
tergantung kemana kita akan mengarahkannya
taukah kamu mengapa aku suka anak-anak ?
karena semakin aku mengenal mereka
aku semakin tersadar betapa indah jiwa mereka
taukah kamu mengapa aku suka puisi ?
karena semakin dalam aku mencari hakikat diri
semuanya berdasar pada hati dan nurani
Dan...
taukah kamu mengapa aku tidak menginginkan kamu ?
karena jiwamu tak seperti harapanku
kenalilah aku dalam pekat
rengkuhlah aku dalam gelap
jadilah sayapku dalam rapuh
jadilah pelangi ditengah terik
dewasakan jiwamu tuk gapai simpatiku
dan jangan pakai nafsu...
bila semua itu kamu tak mengerti
maka sia-sia kamu menanti
bila semua itu kamu tak mampu
maka tolong berlalulah dariku
kuingin cinta meluas ibarat dunia
tak terpatri pada satu kata
tak terikat pada satu rasa
tapi maknai cinta dengan segala rasa dan kata..
karena seiring hari berganti
kian cantik motif menghiasi
taukah kamu mengapa aku suka memasak ?
karena semakin zaman bergulir
semakin lezat aroma saling mengisi
taukah kamu mengapa aku suka catur ?
karena setiap bidak catur bagiku
ibarat pilihan..jalan..hidup
yang harus dengan jeli dan teliti kita jalani
taukah kamu mengapa aku suka billiard ?
karena bola billiard bagiku
ibarat hidup yang terus menggelinding
tergantung kemana kita akan mengarahkannya
taukah kamu mengapa aku suka anak-anak ?
karena semakin aku mengenal mereka
aku semakin tersadar betapa indah jiwa mereka
taukah kamu mengapa aku suka puisi ?
karena semakin dalam aku mencari hakikat diri
semuanya berdasar pada hati dan nurani
Dan...
taukah kamu mengapa aku tidak menginginkan kamu ?
karena jiwamu tak seperti harapanku
kenalilah aku dalam pekat
rengkuhlah aku dalam gelap
jadilah sayapku dalam rapuh
jadilah pelangi ditengah terik
dewasakan jiwamu tuk gapai simpatiku
dan jangan pakai nafsu...
bila semua itu kamu tak mengerti
maka sia-sia kamu menanti
bila semua itu kamu tak mampu
maka tolong berlalulah dariku
kuingin cinta meluas ibarat dunia
tak terpatri pada satu kata
tak terikat pada satu rasa
tapi maknai cinta dengan segala rasa dan kata..
Friday, April 14, 2006
Tuesday, April 11, 2006
kucoba satu kesempatanku
tapi sulit membuka celah hatiku
bodohkah aku ? (kaya'nya sih iya..)
kucoba rajut satu pelangiku
tapi mengapa semua abu-abu
buta warnakah aku ? (sepertinya begitu..)
kucoba lari dari masa laluku
tapi semua seperti macet dalam otakku
lumpuhkah aku ? (ya enggak..lah..)
kucoba ketik puisi hatiku
tapi kata-kata cupu yang keluar dari otakku
mungkin kucoba saja lain waktu... ( apa sih....??? gubraakkkkkkk.. **$##@%&&$$ZzZZ##$$%%@..)
tapi sulit membuka celah hatiku
bodohkah aku ? (kaya'nya sih iya..)
kucoba rajut satu pelangiku
tapi mengapa semua abu-abu
buta warnakah aku ? (sepertinya begitu..)
kucoba lari dari masa laluku
tapi semua seperti macet dalam otakku
lumpuhkah aku ? (ya enggak..lah..)
kucoba ketik puisi hatiku
tapi kata-kata cupu yang keluar dari otakku
mungkin kucoba saja lain waktu... ( apa sih....??? gubraakkkkkkk.. **$##@%&&$$ZzZZ##$$%%@..)
Tuesday, April 4, 2006
rintik hujan tak jua tau apa yang kurindu
hanya gemericik yang semakin
sunyikan tepian hatiku
terlintas lagi sesaat lalu
saat waktu dengan setia
hadirkan sejuta bahagia untukku
saat mimpi begitu lekat dengan nyataku
takkan kembali saat itu
walau pilu menjerit sendu
takkan hilang saat itu
walau gemuruh guntur pecahkan sunyiku
andai waktu punya sedikit belas kasih untukku
bawalah pergi sgala sakit itu
jangan pernah saat itu bergulir lagi kesisiku
kuingin damaiku dulu kembali padaku
seperti sebelum saat itu..
hanya gemericik yang semakin
sunyikan tepian hatiku
terlintas lagi sesaat lalu
saat waktu dengan setia
hadirkan sejuta bahagia untukku
saat mimpi begitu lekat dengan nyataku
takkan kembali saat itu
walau pilu menjerit sendu
takkan hilang saat itu
walau gemuruh guntur pecahkan sunyiku
andai waktu punya sedikit belas kasih untukku
bawalah pergi sgala sakit itu
jangan pernah saat itu bergulir lagi kesisiku
kuingin damaiku dulu kembali padaku
seperti sebelum saat itu..
Subscribe to:
Posts (Atom)