kucoba satu kesempatanku
tapi sulit membuka celah hatiku
bodohkah aku ? (kaya'nya sih iya..)
kucoba rajut satu pelangiku
tapi mengapa semua abu-abu
buta warnakah aku ? (sepertinya begitu..)
kucoba lari dari masa laluku
tapi semua seperti macet dalam otakku
lumpuhkah aku ? (ya enggak..lah..)
kucoba ketik puisi hatiku
tapi kata-kata cupu yang keluar dari otakku
mungkin kucoba saja lain waktu... ( apa sih....??? gubraakkkkkkk.. **$##@%&&$$ZzZZ##$$%%@..)
2 comments:
kau bilang sulit berarti telah mencoba. seorang bodoh itu tidak akan punya cara untuk sekedar mencoba saja. tidak, kamu tidak bodoh.
heh, yang bener? katanya buta warna kok tau kalo itu warna abu-abu...yeeee...
kelumpuhan bukan pada saraf. setidaknya demikian. mungkin pada raga dan sebatas paralis otot penggerak saja. apa yang kita kerjakan dalam otak jauh melebihi yang mampu dikerjakan oleh fisika kita.
nah, ini udah jadi puisi hati. tanpa rekayasa, mengalir begitu saja...sebelum gubrakkk! lho kok gubrak ya? hihihikz...padahal spontanitas itu bagus sekali loh. dalam discourse kamu, berarti 'Amethyst banget' gitu...
aduh.. thank u buangeeetttt deeeehhhhh.......
hehehehee......
Post a Comment